Jakarta (KABARIN) - Petinju Amerika Serikat Ginny Fuchs akan menghadapi ujian terbesar dalam karier profesionalnya saat menantang juara bertahan Adelaida Ruiz untuk memperebutkan sabuk kelas super terbang putri versi WBC pada 18 Juli 2026 di California.
Fuchs datang sebagai penantang dengan rekor sempurna delapan kemenangan tanpa kekalahan, termasuk dua kemenangan lewat knockout. Catatan itu menjadi bukti konsistensinya sejak meninggalkan dunia amatir dan beralih ke level profesional.
Petinju asal Houston, Texas, tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu atlet tinju amatir terbaik Amerika Serikat. Berbekal pengalaman tampil di berbagai ajang internasional, Fuchs kini berpeluang meraih gelar dunia pertamanya.
Kecepatan tangan, kemampuan menjaga jarak, dan disiplin dalam menjalankan strategi menjadi kekuatan utama petinju berusia 37 tahun itu. Modal tersebut diharapkan mampu membawanya mengatasi tantangan berat dari sang juara bertahan.
Di sisi lain, Ruiz bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Petinju asal California itu memiliki pengalaman lebih panjang di level profesional dengan catatan 18 kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang. Delapan di antaranya diraih melalui knockout.
Sebagai pemegang sabuk WBC, Ruiz dikenal memiliki gaya bertarung agresif dengan pukulan bertenaga yang kerap menyulitkan lawan. Dukungan publik tuan rumah juga menjadi keuntungan tambahan bagi petinju tersebut saat naik ring nanti.
Duel ini diprediksi menghadirkan pertarungan menarik karena mempertemukan dua gaya berbeda. Fuchs mengandalkan teknik dan mobilitas tinggi, sedangkan Ruiz lebih sering menekan lawan dengan serangan agresif dan kekuatan pukulan.
Bagi Fuchs, kemenangan akan menjadi pencapaian terbesar dalam karier profesionalnya sekaligus membuka peluang menuju pertarungan unifikasi gelar dunia. Sementara bagi Ruiz, mempertahankan sabuk juara akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju terbaik di divisi kelas super terbang putri.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026